4. MAHA SESEPUH LAO CHIEN JEN
PROFIL PENDAHULU


白水聖帝 Pai Shui Sheng Ti | Maha Sesepuh-Lao Chien Jen
Lao Chien Jen (maha sesepuh) bermarga Han bernama (atas) En (bawah) Rong. Juga bernama Yi Lin, alias Cie Ching alias Cie Ching. Beliau dilahirkan di propinsi He Pei, kabupaten Ning He. Pada usia tua, menyebut dirinya sebagai Pai Shui Lao Jen. Beliau dilahirkan pada tahun 1901 bulan 3 tanggal 22. Tahun 1995 (tahun Ming Kuo ke-84), bulan 1 tanggal 26, Beliau mencapai kesempurnaan, tutup usia pada umur 95 tahun.
Lao Chien Jen dilahirkan pada saat negara sedang kacau. Pada waktu lahir, bersama dengan ibunya, Beliau pindah ke rumah kakek untuk menghindar dari kekacauan. Sejak dilahirkan, Lao Chien Jen sudah mempunyai hati berbakti kepada orang tua dan sangat pandai. Beliau rajin, hemat dan telah memahami budi pekerti mulia lainnya. Sejak kecil Lao Chien Jen sudah pandai membaca Se Shu (4 Buku) dan Wu Cing (5 Kitab Parita), telah memahami inti sari dari kebudayaan Tiongkok.
Ketika berusia 17 tahun, Lao Chien Jen keluar dari Kota Thien Cin untuk belajar berdagang. Dengan se-kuat tenaga, Beliau membuka pabrik tenun Ta Te Long, dan mendapat perhatian yang besar dari pengusaha yang lain. Saat berusia 20 tahun telah menjadi manajer. Usia 26 tahun menjabat sebagai direktur utama yang memiliki 400 orang lebih buruh. Usaha Beliau berkembang pesat dan terkenal di Tiongkok Utara.
Tahun Ming Kuo ke-27 (tahun 1938), karena terlalu lelah, Lao Chien Jen mengidap penyakit paru-paru stadium ke-3. Para dokter, baik dari luar maupun dalam negeri, menyatakan tidak berdaya menyembuhkan penyakit tersebut. Setelah melalui nasehat dari Tuan Sun Lan Fang, Beliau pergi memohon Tao. Pada bulan 7 tanggal 27, di Kota Thien Cin, Beliau menda-patkan Tao. Selanjutnya, berkat kesaksian dari Buddha Hidup Ci Kong, Lao Chien Jen mendapatkan petunjuk dan di dalam lubuk hati berikrar, Kalau penyakit saya sembuh, maka pekerjaan dan keluarga akan saya tinggalkan, dan sepe-nuh hati membantu Tuhan Yang Maha Esa melaksanakan Tao. Maka sejak hari itu, penyakit Beliau tanpa diobati, sembuh dengan sendirinya. Dan segera mengorbankan diri untuk melaksanakan Tao. Sepenuh hati menuruti kehendak Tuhan.
Tahun Ming Kuo ke-30 (tahun 1941), Lao Chien Jen menerima Firman Tuhan menjadi TienChuan Se, sepenuh tenaga melindungi dan mendukung Guru Penerang membuka ladang. Tahun Ming Kuo ke-37 (tahun 1948), Beliau sebenarnya ingin pergi ke Si An membuka ladang. Tetapi karena Beliau mendapat nasehat dari Ibu Guru Suci, maka pada bulan 7 tanggal 8, Beliau berbalik menuju ke Taiwan membuka ladang. Namun pada tahun Ming Kuo ke-38 (tahun 1949), situasi di daratan Tiong kok berubah sehingga kabar berita antara Taiwan dan daratan Tiongkok terputus. Kehidupan juga memasuki masa sulit. Bahasa untuk berkomunikasi juga mengalami kendala. Tempat dan manusianya masih asing. Selain itu, ujian dari pemerintah tidak pernah berhenti. Namun, Lao Chien Jen dengan kekuatan yang luar biasa menghadapi fitnahan dan gosip, mengalami banyak penderitaan. Selama 40 tahun karena terlalu lelah, sudah beberapa kali penyakitnya kambuh. Beruntung banyak umat dengan tulus memohon kepada Ibunda Suci untuk menambah usia Beliau sehingga Beliau bisa sehat kembali.
Lao Chien Jen seumur hidup berkorban, berkontribusi untuk umat, sekuat tenaga sepenuh hati sampai titik darah yang terakhir. Beliau telah membimbing sangat banyak umat pengikut, menyempurnakan banyak wadah Ketuhanan. Pada hari raya tahun baru Imlek, tahun Ming Kuo ke-84 (tahun 1995), Lao Chien Jen merasa kondisi tubuhnya mulai menurun, Beliau memahami jasa pahalanya mungkin sudah sempurna, sudah saatnya berpisah untuk selama-lamanya sehingga orang yang mendengarnya mencucurkan air mata.
Pada tahun Ming Kuo ke-94 (tahun 2005) di musim semi, umat pengikut Beliau memohon petunjuk. Beliau hadir mengikat jodoh di Fo Thang melalui peminjaman raga dengan gelar Pai Shui Sheng Ti. Nama harum seorang nabi pada zamannya tersohor selama-lamanya. Semangatnya akan selamanya diteladani oleh umat di dunia.
